Manusia Penolak Bantuan Tuhan
~ Manusia-manusia Penolak Bantuan Tuhan ~
Berangkat dari sebuah hasil pengamatan, bahwa; (bahkan) yg free (gratis) itu bisa laku/diminati kalau terkait hal bersifat duniawi, sedangkan untuk hal yang berkaitan dengan masalah yg bersifat ukhrawi, tidak. Mulai dari makan diwarung gratis, nonton pestival budaya/musik gratis, nonton pertandingan olahraga gratis, hingga karaoke gratis, kesemuanya itu merupakan contoh hal yg bersifat duniawi yg banyak diminati oleh penduduk bumi, apapun agamanya, termasuk yg muslim. Adapun jika yg gratis itu berkaitan dengan hal yg bersifat ukhrawi seperti - dalam kehidupan umat muslim misalnya - pengajian (kajian kitab kuning/putih) gratis dan ngaji (belajar membaca Alqur'an) gratis, alangkah betapa sedikit peminatnya. Kecuali kegiatan keagamaan semisal tabligh akbar, kegiatan ini, kadang kala memiliki banyak peminat. Tapi,,,itu pun kalau pematerinya seorang yg terkenal atau dari luar daerah, baik karena pernah disorot oleh media maupun karena pernah menjadi buah bibir. Artinya, sekalipun tablig akbar itu sifatnya ukhrawi, tapi orientasi peminatnya bersifat duniawi, yaitu ingin liat orang-terkenal "secara langsung", bukan karena ingin mendengar materi yang akan disampaikan. Kalaupun kehadirannya karena ingin mendengarkan materi yg akan disampaikan oleh si pembawa materi, itu setelah dia tahu kalau gaya n materi yang akan disampaikan bisa membuat tertawa. Ini karena, "jago" dan tidaknya seorang pemateri dan atau bagus dan tidaknya sebuah materi bagi mustami-awam, bergantung pada tingkat kelucuan materi yg disampaikan. Jadi, lagi-lagi karena pertimbangan duniawi, hiburan.
Kalaulah sudah demikian fakta bergama umat muslim hari ini (dan tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada penganut agama lain), orientasi ukhrawi penduduk bumi akan semakin tergeser oleh orientasi duniawi. Artinya, tingkat keikhlasan penduduk bumi kepada Tuhannya ketika melakukan suatu amalan akan semakin berkurang. Lambat laun, semua yang dilakukan akan berorientasi pada hal yang bersifat duniawi semata. Dannn...kalau itu yang terjadi, Tuhan tidak akan lagi mau ikut "membantu" penduduk bumi dalam menyelesaikan problem kehidupannya. *padahal hari ini penduduk bumi sedang dibanjiri problem!!.
Saya teriingat dengan sebuah kisah. Kisah seorang pemuda yang karena "tidak tega" melihat Tuhannya disekutukan dengan sebuah pohon oleh penduduk bumi, dia lantas bergegas mendatangi pohon itu untuk ditebangnya. Setelah dia dekat dengan pohon itu, penghuninya (jin) tiba-tiba muncul dan mencegahnya. Akhirnya antara keduanya terjadi perkelahian. Alhasil, pemuda berhasil memenangkan perkelahian itu. Tapi si jin tidak kehabisan akal. Dia memohon kepada si pemuda agar pohon tempat tinggalnya tidak ditebang, dengan mengiming-imingi si pemuda akan diberinya uang setiap pagi. Hari pertama, kedua, dan ketiga, si jin menepati janji. Namun hari berikutnya dia melanggarnya. Si pemuda, karena merasa ditipu, dia pun kembali mendatangi pohon yg dulunya ingin dia tebang. Setelah dekat dengan pohon itu, si jin kembali muncul. Perkelahian seperti sebelumnya kembali terjadi. Namun hasilnya berbeda, kali ini si jin yang menang. Tertawalah si jin dengan terbahak-bahak. Dengan penuh keheranan si pemuda bertanya; hey jin mengapa hari ini engkau terasa sangat kuat? Si jin menjawab; bukan sy yang kuat tapi kau yg menjadi lemah. Maksudnya? Tanya si pemuda keheranan. Si jin lantas menjelaskan; Dulu kau mendatangiku karena ingin membela Tuhanmu karena disekutukan, sehingga Dia pun membantumu melawanku. Tapi hari ini, kau mendtangiku karena egomu, alias bukan lagi karena Tuhanmu, sehingga Dia tidak lagi membantumu, kamu pun menjadi lemah.
Jadi, bagi orang yang kehilangan orientasi ukhrawi (baca: ikhlas), sejatinya telah menolak Tuhannya untuk membantunya menyelesaikan problematika hidupnya.
Maka dari itu, berdasarkan uraian di atas, kita bisa memahami bahwa betapa semakin terlenanya penduduk bumi hari ini dengan permainan yang dihidangkan oleh dunia. Untuk hal yang bersifat ukhrawi, sekalipun sudah ditawarkan sedemikian rupa; pelayanan yang baik, gratis, plus konsumsi ditnggung, nampaknya mulai kehilangan peminat. Diminati pun orientasinya tetap mengarah kepada duniawiyah. Sebaliknya, untuk hal yang bersifat duniawi, jangankan yang gratis, yang berbayar pun semakin saja diminati. Benarlah kata Nabi; akan datang suatu masa pada umatku, mereka cinta pada 5 hal dan lupa pada 5 hal, diantaranya, cinta kepada dunia dan lupa kepada akhirat. Apakah kita termasuk yang disabdakan oleh Nabi tersebut???!!!SILAHKAN TANYA DIRI MASING-MASING!!! Kalau tidak, alhamdulilah. Tapi kalau iya, berarti anda sudah termasuk penduduk bumi yang telah menolak bantuan dari Tuhannya.
#DisadurDariKhutbahMinHaeMu
Berangkat dari sebuah hasil pengamatan, bahwa; (bahkan) yg free (gratis) itu bisa laku/diminati kalau terkait hal bersifat duniawi, sedangkan untuk hal yang berkaitan dengan masalah yg bersifat ukhrawi, tidak. Mulai dari makan diwarung gratis, nonton pestival budaya/musik gratis, nonton pertandingan olahraga gratis, hingga karaoke gratis, kesemuanya itu merupakan contoh hal yg bersifat duniawi yg banyak diminati oleh penduduk bumi, apapun agamanya, termasuk yg muslim. Adapun jika yg gratis itu berkaitan dengan hal yg bersifat ukhrawi seperti - dalam kehidupan umat muslim misalnya - pengajian (kajian kitab kuning/putih) gratis dan ngaji (belajar membaca Alqur'an) gratis, alangkah betapa sedikit peminatnya. Kecuali kegiatan keagamaan semisal tabligh akbar, kegiatan ini, kadang kala memiliki banyak peminat. Tapi,,,itu pun kalau pematerinya seorang yg terkenal atau dari luar daerah, baik karena pernah disorot oleh media maupun karena pernah menjadi buah bibir. Artinya, sekalipun tablig akbar itu sifatnya ukhrawi, tapi orientasi peminatnya bersifat duniawi, yaitu ingin liat orang-terkenal "secara langsung", bukan karena ingin mendengar materi yang akan disampaikan. Kalaupun kehadirannya karena ingin mendengarkan materi yg akan disampaikan oleh si pembawa materi, itu setelah dia tahu kalau gaya n materi yang akan disampaikan bisa membuat tertawa. Ini karena, "jago" dan tidaknya seorang pemateri dan atau bagus dan tidaknya sebuah materi bagi mustami-awam, bergantung pada tingkat kelucuan materi yg disampaikan. Jadi, lagi-lagi karena pertimbangan duniawi, hiburan.
Kalaulah sudah demikian fakta bergama umat muslim hari ini (dan tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada penganut agama lain), orientasi ukhrawi penduduk bumi akan semakin tergeser oleh orientasi duniawi. Artinya, tingkat keikhlasan penduduk bumi kepada Tuhannya ketika melakukan suatu amalan akan semakin berkurang. Lambat laun, semua yang dilakukan akan berorientasi pada hal yang bersifat duniawi semata. Dannn...kalau itu yang terjadi, Tuhan tidak akan lagi mau ikut "membantu" penduduk bumi dalam menyelesaikan problem kehidupannya. *padahal hari ini penduduk bumi sedang dibanjiri problem!!.
Saya teriingat dengan sebuah kisah. Kisah seorang pemuda yang karena "tidak tega" melihat Tuhannya disekutukan dengan sebuah pohon oleh penduduk bumi, dia lantas bergegas mendatangi pohon itu untuk ditebangnya. Setelah dia dekat dengan pohon itu, penghuninya (jin) tiba-tiba muncul dan mencegahnya. Akhirnya antara keduanya terjadi perkelahian. Alhasil, pemuda berhasil memenangkan perkelahian itu. Tapi si jin tidak kehabisan akal. Dia memohon kepada si pemuda agar pohon tempat tinggalnya tidak ditebang, dengan mengiming-imingi si pemuda akan diberinya uang setiap pagi. Hari pertama, kedua, dan ketiga, si jin menepati janji. Namun hari berikutnya dia melanggarnya. Si pemuda, karena merasa ditipu, dia pun kembali mendatangi pohon yg dulunya ingin dia tebang. Setelah dekat dengan pohon itu, si jin kembali muncul. Perkelahian seperti sebelumnya kembali terjadi. Namun hasilnya berbeda, kali ini si jin yang menang. Tertawalah si jin dengan terbahak-bahak. Dengan penuh keheranan si pemuda bertanya; hey jin mengapa hari ini engkau terasa sangat kuat? Si jin menjawab; bukan sy yang kuat tapi kau yg menjadi lemah. Maksudnya? Tanya si pemuda keheranan. Si jin lantas menjelaskan; Dulu kau mendatangiku karena ingin membela Tuhanmu karena disekutukan, sehingga Dia pun membantumu melawanku. Tapi hari ini, kau mendtangiku karena egomu, alias bukan lagi karena Tuhanmu, sehingga Dia tidak lagi membantumu, kamu pun menjadi lemah.
Jadi, bagi orang yang kehilangan orientasi ukhrawi (baca: ikhlas), sejatinya telah menolak Tuhannya untuk membantunya menyelesaikan problematika hidupnya.
Maka dari itu, berdasarkan uraian di atas, kita bisa memahami bahwa betapa semakin terlenanya penduduk bumi hari ini dengan permainan yang dihidangkan oleh dunia. Untuk hal yang bersifat ukhrawi, sekalipun sudah ditawarkan sedemikian rupa; pelayanan yang baik, gratis, plus konsumsi ditnggung, nampaknya mulai kehilangan peminat. Diminati pun orientasinya tetap mengarah kepada duniawiyah. Sebaliknya, untuk hal yang bersifat duniawi, jangankan yang gratis, yang berbayar pun semakin saja diminati. Benarlah kata Nabi; akan datang suatu masa pada umatku, mereka cinta pada 5 hal dan lupa pada 5 hal, diantaranya, cinta kepada dunia dan lupa kepada akhirat. Apakah kita termasuk yang disabdakan oleh Nabi tersebut???!!!SILAHKAN TANYA DIRI MASING-MASING!!! Kalau tidak, alhamdulilah. Tapi kalau iya, berarti anda sudah termasuk penduduk bumi yang telah menolak bantuan dari Tuhannya.
#DisadurDariKhutbahMinHaeMu
Komentar
Posting Komentar