Saksi-Bisu Dalam Islam
~ Saksi Bisu dalam Islam ~
*bisa jadi bahan renungan buat yg uijan semester. Hehehe*
Saksi bisu merupakan dua suku kata yang kebanyakan digunakan oleh sepasang anak manusia yang sedang dimabuk cinta. Entah itu yang sudah terikat oleh tali suci pernikahan, maupun yang masih memperjuangkan (jangan baper. Hehe). Bagi sepasang anak manusia tersebut, benda-benda mati, seperti; rerumputan, bebatuan, dedaunan, dan semua benda mati yang ada disekeklilingnya saat memaduh kasih akan diklaimnya sebagai saksi bisu keromantisan hubungan mereka. Mengenai kapan benda-benda mati itu bersaksi, bagi mereka itu bukan menjadi suatu hal yang patut dipertanyakan, karena disatu sisi dua suku kata tersebut tujuannya digunakan hanya sebagai bumbu pemanis hubungan semata, dan disisi yang lain saksi yang bisu (benda matai) tidak mungkin bisa memberi saksi. Maka tidak heran, jika kemudian tidak ada rasa risih bertindak tanduk disekeliling benda-benda mati itu.
Lalu bagaimana dengan Islam?
Dalam ajaran Islam, benda-benda mati diyakini memiliki daya seperti halnya makhluk hidup. Daya yang dimaksud disini adalah daya - seperti - "melaknat". Hal ini berdasarkan hadits Rasulillah yang maknanya; siapa saja dalam keadaan junub berjalan di atas bumi, maka setiap yang diinjak dan dilewatinya akan melaknatnya. Maksudnya, orang2 yang sedang junub, lalu tanpa alasan yang dibenarkan agama dia menunda mandi wajib (bersuci), kemudian melakukan perjalanan, maka dia akan dilaknat oleh setiap benda yang dilaluinya.
Selain itu, dalam Islam juga diyakini bahwa setiap tindak tanduk manusia saat hidup didunia akan dipertanggungjwabkan kelak dihadapan sang Pencipta. Seperti halnya dalam persidangan didunia, untuk menemukan suatu kebenaran atas sebuah judge dibutuhkan saksi. Bedanya, yang memberi saksi nanti dihdapan sang Pencipta bukan mulut seperti dipengadilan, tapi aydun (tangan) dan arjulun (kaki), tangan bertindak sebagai mutakallimun (pembicara) dan kaki bertindak sebagai syahidun (saksi). (QS. Yasin: 65).
Lebih dari itu, Islam menyakini bahwa bumi secara keseluruhan kelak akan bersaksi kepada Pemiliknya atas segala peristiwa yg dilakukan oleh anak manusia di atasnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat,
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Al Zalzalah : 4)
Rasul lalu bertanya, “Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُولَ عَمِلَ كَذَا وَكَذَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا
“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.” Inilah yang diberitakan oleh bumi. (HR. Tirmidzi no. 2429.
Kalau demikian, sejatinya dalam Islam tidak ada yang namanya saksi bisu. Melainkan, semuanya akan "berbicara" kelak dihadapan Pemilik segala sesuatu.
NOTE:
Heyyy Yang lagi ujian semester...kira-kira apa yang akan dipersaksikan oleh pulpen, kertas, bangku, pakaian, dan ruangan yg kalian gunakan ujian kelak dihadapan Tuhanmu dan Tuhannya??!! Nga usah dijawab pertanyaan ini, jawab soal yg disediakan oleh bapak/ibu dosen saja!!!heheheee
*SELAMAT "MENIKMATI" UJIAN SEMESTER GANJIL PARA MAHASISWA(I) STAI AL GAZALI BARRU* GOOD LUCK!!! :) :) :)
#MinHaeMu
Komentar
Posting Komentar